KAMPAR, PBC. Kita sering berlari mengejar apa yang terlihat. Mengumpulkan, menyusun, membanggakan—seolah semua ini akan kita bawa pergi selamanya. Padahal… berapa kali kita sadar? Semua yang kita genggam erat di tangan, hanyalah dipinjamkan sebentar saja oleh Pemiliknya. Rumah yang kita tempati, uang yang kita simpan, barang yang kita sayangi—bukan milik kita abadi. Suatu saat nanti, kita harus melepaskan semuanya, kosong seperti saat pertama kali datang ke dunia ini. Jumat,24/7/2026.
Mengapa hati ini begitu mudah lupa? Kita sibuk mempercantik “rumah sementara”, tapi membiarkan “harta kekal” diabaikan. Kita lelah berjuang demi yang akan lenyap, namun malas berdoa bagi yang tak akan pernah rusak. Padahal Tuhan tak pernah menutup pintu. Meski kita sering menjauh, meski kita sering lebih mencintai dunia-Nya daripada Diri-Nya—Dia tetap menunggu. Tak pernah berbalik pergi, tak pernah lelah memanggil nama kita pulang.
Masih ada detik yang berdetak untukmu. Masih ada kesempatan yang belum ditutup rapat. Jangan biarkan hari ini berlalu sia-sia dengan penuh kekhawatiran soal apa yang kurang, apa yang belum didapat. Cukup lihat apa yang sudah kau terima: napas yang masih berhembus, orang yang masih bersamamu, kasih yang tak pernah putus dari-Nya.
Carilah dulu apa yang abadi. Biarkan semua yang kau butuhkan mengikuti dengan cara-Nya sendiri. Karena Dia tahu apa yang terbaik untukmu, karena Dia mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini. Bersyukurlah hari ini—karena kamu masih diberi waktu untuk pulang kepada-Nya.
Redaksi.
